Indonesian Reenactors, Pereka Ulang Sejarah from base's blog

BERANGKAT dari kesukaan terhadap sejarah Perang Dunia (PD) II membuat sekumpulan orang mendirikan sebuah komunitas Indonesian Reenactors (IDR). ‘Embrio’ itu muncul sejak tahun 1990-an ditandai dengan berdirinya berbagai forum diskusi. Mereka juga kerap berkomunikasi melalui telepon maupun facebook sehingga sepakat mendirikan IDR.


IDR resmi berdiri 17 Agustus 2009 lalu di Cijantung saat acara Indonesian Airsoft berlangsung. “Berdasarkan defenisi, reenacment adalah reka ulang kejadian tertentu. Kami mereka ulang peristiwa sejarah,” ujar Wakil Ketua IDR Dani Gunawan kepada TNOL di Casablanca, Kamis (14/10).


Setelah resmi berdiri, kepengurusan pun ‘diformat’ agar kegiatan berjalan dengan baik dan jelas. Saat pembentukan, komunitas hanya berangkotakan 30an orang. Sementara di facebook sudah tercantum 1270 orang dari seluruh Indonesia. Profesi mereka beragam mulai dari anak-anak sekolah yang duduk di bangku sekolah menengah pertama sampai veteran ikut bergabung.

Selama berdiri, banyak yang menganggap komunitas ini kumpulan penyuka pakaian-pakaian perang. Padahal, mereka merupakan gabungan dari empat elemen. Mulai dari penyuka sejarah, kolektor barang sejarah, penyuka gaya-gaya militer dan penyuka air softer. Dengan bergabung menjadi satu wadah, membuat mereka bisa saling sharing dan tak malu menggunakan pakaian perang-perangan.


“Jika sendiri memakai baju perang akan terlihat aneh, kalau rame-rame tidak malu,” terang Dani.

Kegiatan IDR antara lain, kumpul bareng untuk menunjukkan koleksi masing-masing. Kemudian menonton film-film yang mengandung sejarah. Film-film nantinya  mereka ulas bersama baik dari segi senjata sampai detail pakaian-pakaian. Selanjutnya ada diskusi setiap satu bulan sekali. Satu lagi, kegiatan IDR yang paling ditunggu-tunggu adalah reka ulang peristiwa sejarah.

Reka ulang mereka lakukan setiap empat atau lima bulan sekali dengan melibatkan anggota-anggota IDR di seluruh Indonesia. Beberapa reka ulang peristiwa sejarah yang mereka lakukan adalah perang antara Jerman dan pasukan sekutu, sipil war serta perang romawi. Mereka lebih dominan melakukan reka ulang sejarah Eropa lantaran banyak memiliki referensi.

Bahkan mereka telah membuat film dokumenter PD II antara Jerman dengan sekutu bertajuk Volunteer. Reka ulang berlangsung di Cibubur atau Studio Alam Depok. Kedepan mereka akan membuat film dokumenter tentang perjuangan Jenderal Soedirman. “Kalau reka ulang tentang perjuangan Indonesia ada spesialisasinya. Biasanya teman-teman dari Surabaya dan Jakarta sering reka ulang PD II,” terang Dani.

Bagi mereka reka ulang bisa memahami sejarah secara fun lantaran darisana dapat menggali berbagai hal semisal mengetahui latar belakang peristiwa sejarah 10 November dan pembantaian kaum Yahudi oleh Jerman. Aksesoris-aksesoris mereka peroleh setelah mendapatkan informasi dari internet. Rata-rata mereka mendapatkan perlengkapan dari luar negeri. Darisana memunculkan ide wirausaha IDR agar membuat repro kostum-kostum perang.


Sedangkan aksesoris lain seperti helm dan botol air minum, mereka tetap memburunya sampai ke luar negeri. Tak heran, botol air minum dan helm merupakan koleksi termahal karena harganya mencapai Rp. 50 juta lebih.

Nah, tertarik bergabung dengan IDR dan ingin mengulang sejarah, langsung aja daftar melalui FB atau datang langsung ke markas IDR di Duren Sawit tanpa dipungut biaya. Markas mereka berada di Jalan Selat Sunda VI Blok E8 No. 4. Komunitas ini terbuka bagi siapa saja, asal menyukai sejarah dan bisa saling berkomunikasi dengan sesama anggota.




sumber TNOL.CO.ID


Previous post     
     Blog home

Say Something ...

Jun 11 '12
stahlhelmnya banyak amir..
You need to sign in to comment

Post

By base
Added May 24 '12

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives

Site Sponsor

reload